WaniTa AdaLah MaKhLuk YaNG ALLAH ciPtakan SebaGai perHIasan DuNia.. WaNita PunYa BanYak Nama AntaRa LaiN : AKHwaT, CEweK, GadiS, DarA, PereMpuAN, IsTRi, waDon, Dan IBU ADaLah PaLIng IstimeWa dalaM PerJaLanan HiDup SEorang TITA.. BAgiNda RoSuLuLLOh SAW jugA m'nYebUt "UMI" t'lebih dahulu sebanyak 3X seteLah Itu KeMudan DiseButLah AyaH...MOM..SHE IS VERY IMPORTANT FOR ME... MOM IS THE BEST>>
Sabtu, 12 Desember 2009
Sabtu, 07 November 2009
Minggu, 08 Februari 2009
UPSS...BIG CRUNCH???!
Sebelum qTA N90mongin big crunch, ada baiknya Qta bahas dulu teori big bang, karena hal ini saling berkaitan.
Big bang adalah teori yang dihasilkan oleh para pakar astronomi mengenai ledakan besar. Ledakan besar ini merupakan awal dari teori penjadian alam semesta. Disebutkan di situ bahwa alam semesta ini berasal dari satu materi yang maha besar yang kemudian meledak dengan skala yang maha besar pula hingga menyerpih menjadi partikel-partikel kecil. Namun seiring perjalanan waktu, partikel-partikel ini memadat dan memampat hingga beberapa bagian menjadi planet, dan beberapa bagian menjadi bintang atau lainnya.
Dengan kata lain, big bang merupakan teori penjadian alam?
Lalu big crunch, sebaliknya-kah?
Biar kuuraikan satu teori lagi.
Belakangan ini para astronom tengah getol-getolnya mencari tahu tentang dark-energy. Yakni energi gelap yang dianggap sebagai penyebab mengembangnya jagad semesta. Yup, alam semesta kita dikatakan mengembang. Ini sesuai penelitian yang dilakukan oleh astronom Hubble yang menemukan bahwa di alam semesta kita ini terdapat berjuta-juta galaksi. Beberapa galaksi dilihatnya bergerak menjauh (yang ia korelasikan dengan teori Asas Doppler yang menyatakan bahwa semakin kecil citra atau suara suatu benda maka semakain ia bergerak menjauh), sementara galaksi lain, seperti Galaksi Andromeda, justru bergerak mendekat (juga dikorelasikan melalui Asas Doppler).
Tapi pertanyaannya, sampai kapan ia mengembang?
Mengenai hal ini, para astronom memiliki analogi yang menarik bahwa alam semesta ini laksana kulit balon. Semakin ia ditiup, semakin ia mengembang. Hingga saat kulit balon itu tak laagi mampu mengembang, lalu DOR! balon itu pecah – atau setidaknya SLEP!!, mengkerut lagi dengan cepat.
Inilah yang melatar-belakangi munculnya istilah big crunch.
Hal ini sejalan dengan teori osilasi yang dipelopori oleh Alan Guth dan Andrei Linde menyatakan bahwa bila semesta ini memang mengembang, maka suatu saat nanti, karena keterbatasan materi dan energinya sendiri, ia akan berhenti mengembang. Setelah ini terjadi, maka berlangsung lah proses balik. Alaam sesemta akan menuju bentuk awalnya kembali yang disebut BIG CRUNCH.
Tapi persoalannya di dalam alam semesta Qta banyak bngedh galaksi, bintang, dan planet. Menyusut begitu cepat tentunya akan membuat apa yang ada di dalam berantakan bukan? Ahkan mungkin bukan hanya itu saja, melainkan juga terjadi efek “momentum dan impuls” alias tabrakaan dalam skala besar!! Bukankah tak ada lagi istilah yang tepat untuk menyimpulkan kejadian ini selain….KIAMAT?!Sejauh ini teori big crunch masih dalam tahap wacana. Bisa jadi benar, bisa jadi salah. Yah namanya juga wacana he he he, semua dapat diperdebatkan.
Langganan:
Postingan (Atom)